Selasa, 16 Juli 2019
Home > Berita Terkini > Pungli Hingga Ratusan Juta, Kasi Pemerintahan Desa Wringinputih Borobudur Ditangkap Polisi
Pungli Hingga Ratusan Juta, Kasi Pemerintahan Desa Wringinputih  Borobudur Ditangkap Polisi

Pungli Hingga Ratusan Juta, Kasi Pemerintahan Desa Wringinputih Borobudur Ditangkap Polisi

Share

MAGELANG — Diduga melakukan pungutan liar (pungli) seorang Kasi Pemerintahan Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, diamankan oleh Satreskrim Polres Magelang. Dia ditangkap karena diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan bahwa, Mulyono (pelaku) warga setempat diamankan atas dugaan tindak korupsi pungutan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Wringinputih, Borobudur tahun 2018.

” Pelaku merupakan Kasi Pemerintahan Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, pelaku ini membuat suatu permintaan kepada para pemohon, berupa permintaan uang sebesar Rp 750 ribu per kegiatan,” terang AKBP Yudhi pada Senin (1/7/2019) di lobi Polres Magelang.

Hinnga saat ini sudah terkumpul beberapa saksi, peristiwa terungkap usai ada protes dari masyarakat kaitannya dengan adanya pungutan tersebut,” imbuhnya.

Berkat laporan warga, pihaknya langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut dan didapati benar telah terjadi tindak pidana korupsi berupa pungutan liar.

Sementara polres Magelang kini mengamankan barang bukti berupa uang sebanyak Rp 164 juta merupakan hasil korupsi tersebut.

Pelaku Mulyono melakukan sendiri dan mengaku disuruh oleh Kadesnya.

“Saat ini kita masih mengumpulkan bukti-bukti yang ada. Kemungkinan nantinya jumlah tersangka bertambah, ini masih dalam pengembangan terkait kasus ini,” ujar Yudhi.

Dihadapan wartawan dirinya juga mengaku jika penarikan sejumlah uang itu sebelumnya hasil musyawarah desa yang dilakukan oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, meskipun disitu belum terjadi kesepakatan secara mutlak.

” Total Rp 750 ribu itu untuk biaya transportasi, biaya makan dan lembur,” .
Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal UU Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 KUHPidana Jo Pasal UU RI Nomor 31 tahun 1999, dengan ancaman Pidana 20 tahun dan denda Rp 1 miliar.(ikh)

Beri Komentar

Komentar

loading...

ISI KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang harus diisi ditandai *

*


Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/pandjiindonesia/public_html/wp-content/themes/pandji/footer.php on line 31

Warning: file_get_contents(http://anti-adblock.adnow.com/aadbAdnow.php?ids=155288): failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/pandjiindonesia/public_html/wp-content/themes/pandji/footer.php on line 31