Selasa, 21 Mei 2019
Home > Berita Terkini > Diduga Tilap Uang Desa, Mantan Kades Tegalrejo di Laporkan ke Kejari Purworejo
Diduga Tilap Uang Desa, Mantan Kades Tegalrejo di Laporkan ke Kejari Purworejo

Diduga Tilap Uang Desa, Mantan Kades Tegalrejo di Laporkan ke Kejari Purworejo

Share

Purworejo — Masyarakat Desa Tegalrejo,Kecamatan Grabag ,Purworejo , pada hari Jum’at (10/5) melapor ke Kejaksaan Negeri Purworejo, perihal kesemrawutan keuangan desa yang belum terselesaikan.
Menurut Nanang Wahyu Armanto dan Syaiful yang merupakan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda didesa tersebut, menyatakan bahwa semua keuangan dipegang oleh mantan kades Gunadi (36).

Masyarakat terkejut dengan munculnya tagihan dari toko material” Suyu dan Kades Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, yang intinya menagih ke Desa Tegalrejo, sebab desa tersebut masih hutang material sebesar Rp143 juta. Sedang menurut catatan desa hutang piutang yang berkaitan dengan Dana Desa (DD) serta Alokasi Dana Desa(ADD) sudah lunas dan uang tersebut ada ditangan mantan kades Gunadi, ujarnya.

Sebelumnya Gunadi berjanji mau menyelesaikan semua keuangan desa sebelum serah terima jabatan kades (8/5), namun ternyata Gunadi ingkar janji.

Selaku tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di desa tersebut Nanang Wahyu Armanto dan Syaiful selanjutnya melaporkan mantan kades Gunadi ke Kejaksaan Negeri Purworejo, sebab uang desa yang ditanggung oleh Gunadi mencapai Rp 650 juta. Yakni terdiri dari: hutang material sebesar Rp 143 juta, uang penjualan tanah kas desa , bengkok sekdes dan perangkat kosong selama tahun 2014 – 2017. Luas sawah mencapai 45 iring yang bisa dijual musiman @ iring pertahun sekitar Rp 2 juta, artinya dalam setahun hasil penjualanya mencapai Rp 90 juta, dan dijual selama 4 tahun dengan nilai sekitar Rp 360 juta.

Penjualan tanah desa tahun 2017 – 2018 mencapai Rp 112 juta, uang balas Rp 12 juta, uang penjualan padi lumbung sebesar Rp 30 juta, uang tersebut dipegang oleh Gunadi, sehingga total uang yang ditanggungnya sebesar Rp 650 juta, ” jelas Nanang saat dikonfirmasi awak media.

Uang tersebut sesungguhnya dapat untuk membangun desa.
“Tetapi uang tersebut seluruhnya dipegang oleh kades Gunadi, sehingga desa kesulitan mempercepat pembangunannya,” tutur Syaiful. Untuk menyikapi hal tersebut maka kami melaporkanya ke Kejaksaan Negeri Purworejo.

Menurut keterangan mereka, sebenarnya Gunadi bukan putera asli Tegalrejo. Dia hanya menantu orang terkaya di Desa Tegalrejo dan saat dicalonkan menjadi kades, Ia berhasil terpilih menjadi orang nomor satu di desa tersebut.

Tetapi sesudah menjabat sebagai kades, cara mengatur keuanganya tidak jelas, semua uang desa dipegang oleh Gunadi pribadi.” Hal ini yang merepotkan masyarakat, dan pada saat mencalonkan diri di pilkades 2019, ia gagal terpilih kembali, jelas Nanang.

Yang membuat warga Desa Tegalrejo was – was , saat ini Gunadi sedang menghadapi proses perceraian dengan istrinya Sri handayani.Proses perceraian tersebut diduga karena tindakan KDRT yang dilakukan oleh Gunadi. Untuk proses perceraianya dalam waktu dekat akan terkabul.Jika hal tersebut terjadi, maka Gunadi meninggalkan Desa Tegalrejo, sehingga masyarakat akan kesulitan minta pertanggung jawaban nya,” terangnya.

( A / Kun ).

Beri Komentar

Komentar

loading...

ISI KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang harus diisi ditandai *

*