Selasa, 23 April 2019
Home > Berita Terkini > INSA : Biaya Pelabuhan di Indonesia Termahal di Negara Anggota ASEAN dan Hongkong
INSA : Biaya Pelabuhan di Indonesia Termahal di Negara Anggota ASEAN dan Hongkong

INSA : Biaya Pelabuhan di Indonesia Termahal di Negara Anggota ASEAN dan Hongkong

Share

Jakarta – Biaya pelabuhan di Indonesia termahal di negara anggota ASEAN dan Hongkong. Wacana IPC untuk menurunkan biaya logistik di pelabuhan banyak diragukan oleh perusahaan pelayaran.

“Biaya pelabuhan di Indonesia bisa lebih murah itu hanya mimpi,” kataJhonson W. Sutjipto, Ketua Umum DPP Indonesian National Ship Owner Association (INSA),Selasa (26/3).

Dia mengatakan, dari sejak 2008 duduk sebagai Ketua Umum DPP INSA melihat penandatanganan kesepakatan antara PT Pelabuhan Indonesia 1 s/ IV dengan DPC INSA. “Selalu merengek dan meminta kenaikan tarif. Jadi tidak pernah ada permintaan untuk kesepakatan penurunan tarif ,” katanya.

Chairman of FASA (Federation of ASEAN Shipowners’ Association) itu mengungkapkan biaya jasa Kepelabuhanan termahal itu ada di pelabuhan Indonesia.

“Saya mengungkapkan pelabuhan Indonesia termahal itu ada data dan fakta,” kata orang Indonesia pertama yang pernah menjabat sebagai Chairman of ASF (Asian Shipowners Forum).

Menurut Jhonson, biaya biaya Pelabuhan Indonesia sudah lebih mahal kini tambah mahal lagi dari negara ASEAN terutama sejak PP15 tahun 2016 ttentang PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) di sektor Perhubungan.

Upaya Pemerintah menekan biaya logistik dilakukan dengan berbagai strategi, biaya dimaksud sebut saja sisi darat, salah satunya di pelabuhan. Di Indonesia terdapat beberapa pelabuhan komersil yang tergolong besar dari Barat sampai Timur.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, biaya kepelabuhanan Indonesia masih tetap tinggi. Kita dapat melihat tabel simulasi yang dibuat tahun 2017 oleh Johnson W Sutjipto, terkait ongkos yang dibayarkan bila memakai jasa pelabuhan di ASEAN.

Kedepan Pemerintah harus berani menurunkan tarif di pelabuhan komersial serta menekan tarif maupun jenis PNBP Perhubungan Laut. Saat ini dibutuhkan keseriusan Pemerintah juga BUMN dalam upaya menekan biaya kepelabuhanan agar kompetitif.

“Tingginya biaya kepelabuhanan menunjukkan Pemerintah tidak cukup serius untuk memangkas biaya logistik laut. Padahal dengan menurunkan tarif-tarif di pelabuhan, maka biaya logistik nasional dipastikan akan cepat turun,” tuturnya. IPC untuk menurunkan biaya logistik di pelabuhan banyak diragukan oleh perusahaan pelayaran.(Delly M/red)

Beri Komentar

Komentar

loading...

ISI KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang harus diisi ditandai *

*