Rabu, 19 Juni 2019
Home > Berita Terkini > Guru SMK Diduga Tipu Puluhan Calon Jemaah Haji Plus
Guru SMK Diduga Tipu Puluhan Calon Jemaah Haji Plus

Guru SMK Diduga Tipu Puluhan Calon Jemaah Haji Plus

Share

PURWOREJO-pandji-indonesia.com – DS (56) seorang guru SMK di Kabupaten Purworejo diringkus Sat Reskrim Polres Purworejo karena diduga terlibat dalam penipuan sejumlah calon jemaah haji yang merugikan hingga miliaran rupiah.

DS tercatat sebagai warga RT 001 RW 006 Kelurahan Pangenrejo, Kecamatan Purworejo. Dia diduga telah menipu puluhan orang yang dijanjikan berangkat haji plus dengan biaya Rp 60 juta per orang. Akibat ulah tersangka para calon jemaah haji menderita kerugian hingga mencapai Rp 2.280.000.000.

“Dugaan penipuan yang dilakukan tersangka terjadi sejak tahun 2013 hingga 2018. Modusnya untuk menunaikan haji ke tanah suci para korban cukup membayar Rp 60 juta perorang sudah bisa haji plus,”jelas Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP R Haryo Seto L, SH, M.Krim dalam press rilis di Mapolres Purworejo Rabu (6/3).

Karena tergiur biaya murah para korban kemudian mendaftar ke Biro Haji Al Balad Al Amin milik tersangka yang berada di Jakarta. Kepada para korban, tersangka menjanjikan akan diberangkatkan tahun 2018 lalu.

Namun setelah batas waktu yang dijanjikan belum juga diberangkatkan para korban kemudian melakukan klarifikasi ke Biro Haji Al Balad Al Amin. Namun alangkah kagetnya ketika diketahui ternyata belum ada dana yang disetorkan tersangka ke biro haji tersebut.

Karena merasa sudah menjadi korban penipuan para korban kemudian melaporkan tersangka ke Polres Purworejo.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti sejumlah buku tabungan korban, satu bendel print out bukti transaksi dan beberapa lembar kwitansi setor tunai dari korban kepada tersangka.

Terhadap tersangka akan disangkakan pasal 378 dan atau 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

Sementara di depan sejumlah wartawan tersangka hanya bisa menangis sambil menutupi wajahnya. Tersangka membantah tudingan menipu karena uang dari para korban masih digunakan untuk usaha agar nantinya cukup untuk biaya pergi haji bersama.

“Ongkos haji plus sekitar Rp 200 juta, jadi uangnya saya putar dulu biar tambah banyak,” ujarnya. (War)

Beri Komentar

Komentar

loading...

ISI KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang harus diisi ditandai *

*