Senin, 19 Agustus 2019
Home > Berita Terkini > Kini Hadir Museum Lima Gunung Destinasi Baru di Magelang
Kini Hadir Museum Lima Gunung Destinasi Baru di Magelang
Kini Hadir Museum Lima Gunung Destinasi Baru di Magelang

Kini Hadir Museum Lima Gunung Destinasi Baru di Magelang

Share

Magelang – Puluhan pelaku seni, Tokoh agama, Budayawan menjadi saksi peresmian Museum Lima Gunung yang menjadi Destinasi baru di Magelang. Tarian oleh Suproto Suryodharmo dari Padepokan Lemah Putih Plesungan Karanganyar menjadi pembuka acara, Selasa 5 Februari 2019.

Pembukaan Museum di komplek studio Mendut, Magelang Jawa Tengah ini dimulai sekira pukul 05.00 WIB membuat detak kagum para hadirin yang hadir. Pasalnya keberadaan benda (barang koleksi) yang berada di dalam Museum Lima Gunung benar benar unik.

Diantaranya berbagai topeng, wayang dan lukisan serta benda bersejarah lainnya. Ada Topeng Wayang Cirebon, Topeng Madura, Topeng Wonosari, Topeng Malang, Wayang kulit lengkap karya Rastika (Cirebon), Wayang Golek, Wayangwayang Sunda, Wayang Wonosobo dan Lukisan Kaca Waged Kodya Magelang.

Gus Mansur ketika ditanya seputar peresmian memberikan apresiasi kepada Sutanto yang telah perduli melestarikan (nguri-uri) budaya Jawa yang sangat kumplit sekali di negara manapun sekaya budaya Indonesia. Dengan adanya museum ini dirinya berharap menjadi sebuah media untuk masyarakat untuk mengenal budaya.

“ Saya mengapresiasi dengan adanya Museum Lima Gunung ini, Semoga menjadi media masyarakat untuk mengenal budaya Jawa Khususnya dan Indonesia pada umumnya. Indonesia sangat kaya akan budaya bahkan tidak ada duannya di dunia manapun,” kata Gus Mansur di lokasi.

Menurutnya, mencintai budaya sama halnya sudah berahklak, Ia memberikan contoh, masuknya Agama di Indonesia khususnya di Jawa melalui budaya. Museum Lima Gunung sangat diperlukan seiring kondisi yang sudah banyak warga kurang perduli dengan sejarah budaya di negeri tercinta ini.

“ Budaya itu erat sekali dengan prilaku, budaya lebih ramah pada lingkungan. Saat ini banyak orang yang menekankan tentang teologi sementara humanis dan ekologis tidak pernah tersentuh sama sekali karena itu penting, menuhankan Tuhan, memanusiakan manusia dan mengalamkan alam, ketiganya harus serangkai” imbuhnya.

Tarian oleh Suproto Suryodharmo dari Padepokan Lemah Putih Plesungan Karanganyar (foto: Ikhwan PI/RMnews)
Sementara Mbah Pur (72thn) pelaku seni dengan adanya museum tersebut merasa lebih mengenal sosok Sutanto yang sebenarnya.

“ Saya seperti mengenal Pak Sutanto yang sebenarnya diluar orangnya yang suka ceplas ceplos. Ia sangat inspirantif bagi banyak orang dan museum ini sangat berguna untuk lebih mengenal budaya,” ujarnya.

Peresmian tersebut menjadi lebih terasa istimewa dengan bersamaan ultahnya Sutanto yang ke 65 tahun. Sutanto mengatakan kecintaanya kepada seni sudah sejak kecil dan baru dapat memulai membangun museum sejak 2 tahun lalu.

“ Koleksi benda disini sudah lama tapi membangun ini sejak 2 tahun lalu. Ini berangkat dari niat saya menuhankan Tuhan dan memanusiakan manusia,” ungkapnya.

Dr Joko Aswoyo dosen ISI Solo mengenal sosok insikopedi semua pengetahuan tentang gunung semua akan tau, dari pertanian, sosial dan kesenian.

“ Saya lebih melihat Mas Tanto ini seperti Insikopedi yang berjuta-juta halaman dari mulai pertanian, sosial hingga Kesenian. Mereka para anak muda ini ibarat berada di sebuah Labutorium yang selalu hidup, dia yang menjaga kesehian di Magelang,” tutur Joko.

Laboratorium bukan berarti gedung akan tetapi sebuah tempat disitu banyak orang, persoalan tapi di keseniannya yang luar biasa.

“Ini adalah sebuah sup kebudayaanberjalan secara konsisten sejak dulu sampai sekarang yang berdampak luas pada masyarakat dan kesenian di Magelang,” pungkasnya. (ikh)

Beri Komentar

Komentar

loading...

ISI KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang harus diisi ditandai *

*


Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/pandjiindonesia/public_html/wp-content/themes/pandji/footer.php on line 31

Warning: file_get_contents(http://anti-adblock.adnow.com/aadbAdnow.php?ids=155288): failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/pandjiindonesia/public_html/wp-content/themes/pandji/footer.php on line 31