Selasa, 19 Februari 2019
Home > Berita Terkini > Protokol Wi-fi Sering Bikin Kamu Pusing ? Ini Penjelasan Singkatnya
Protokol Wi-fi Sering Bikin Kamu Pusing ? Ini Penjelasan Singkatnya
Protokol Keamanan Wi-fi (foto: minicro.in)

Protokol Wi-fi Sering Bikin Kamu Pusing ? Ini Penjelasan Singkatnya

Share

JARINGAN nirkabel yang memungkinkan kita terhubung dengan internet dan sesama pengguna komputer lain, atau yang akrab kita sebut dengan Wi-Fi, sebenarnya sudah dikembangkan sejak era 90-an lho.

Wi-Fi yang kita tahu dan gunakan saat ini sudah mengalami pembaruan sistem keamanan sejak itu dikembangkan, untuk menjadi lebih aman dan efektif. Berbagai jenis protokol keamanan nirkabel telah dikembangkan untuk perlindungan jaringan nirkabel di rumah.

Protokol keamanan Wi-Fi yang mungkin kamu pernah tahu atau dengar diantaranya yakni: WEP, WPA, dan WPA2, yang masing-masing memiliki protokol berbeda disaat yang bersamaan.

Protokol keamanan nirkabel diatas tidak hanya mencegah pihak yang tidak diinginkan terhubung ke jaringan kamu, tetapi juga mengenkripsi data pribadi kamu yang dikirim melalui gelombang udara. Mari kita ketahui lebih jauh tentang beberapa protokol keamanan yang telah disebutkan di atas, seperti yang dilansir dari miui.com:

  1. Wired Equivalent Privacy (WEP)

WEP dikembangkan untuk jaringan nirkabel dan disetujui sebagai standar keamanan Wi-Fi pada September 1999. WEP seharusnya menawarkan tingkat keamanan yang sama dengan jaringan menggunakan kabel, namun ada banyak masalah keamanan pada WEP, yang mana masih mudah di retas dan sulit dikonfigurasi.

Terlepas dari semua pembaruan yang telah dilakukan untuk meningkatkan sistem WEP, itu masih merupakan solusi yang sangat rentan untuk keamanan pengguna.

Sistem yang bergantung pada protokol ini harus ditingkatkan atau diganti jika peningkatan keamanan tidak dimungkinkan. WEP secara resmi ditinggalkan oleh Wi-Fi Alliance pada tahun 2004.

  1. Wi-Fi Protected Access (WPA)

Satu tahun sebelum WEP secara ditinggalkan, WPA secara resmi diadopsi. Sebagian besar aplikasi WPA modern menggunakan pre-shared key (PSK), yang kerap disebut sebagai WPA Personal, dan Temporal Key Integrity Protocol untuk enkripsi.

WPA Enterprise menggunakan server otentikasi untuk pembuatan kunci dan sertifikasi. Protokol ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan WEP. Komponen inti dapat diluncurkan melalui peningkatan firmware pada perangkat yang mendukung WEP, mereka masih mengandalkan elemen yang dieksploitasi.

WPA, seperti halnya WEP, setelah melalui pembuktian konsep dan demonstrasi publik terapan ternyata sangat rentan terhadap intrusi. Namun, serangan yang menimbulkan ancaman paling besar terhadap protokol bukanlah serangan langsung. Melainkan serangan yang dilakukan pada Wi-Fi Protected Setup (WPS) – sistem tambahan yang dikembangkan untuk menyederhanakan dan menghubungkan perangkat ke titik akses modern.

  1. Wi-Fi Protected Access version 2 (WPA2)
    WPA 2 protocol

Diperkenalkan pada tahun 2004, peningkatan WPA2 yang lebih penting daripada WPA adalah penggunaan Advanced Encryption Standard (AES). AES digunakan untuk mengenkripsi informasi yang di klasifikasi sebagai rahasia besar. Sehingga itu harus cukup baik untuk melindungi jaringan.

Pada saat ini kerentanan utama terhadap sistem WPA2 adalah ketika peretas sudah memiliki akses ke jaringan WiFi yang aman. Kemudian dapat memperoleh akses ke kunci tertentu untuk melakukan serangan pada perangkat lain di jaringan.

Karena itu, saran keamanan untuk kerentanan WPA2 yang diketahui paling signifikan untuk jaringan tingkat perusahaan. Tidak cocok dipakai untuk jaringan rumah kecil.

Sayangnya, kemungkinan serangan melalui Wi-Fi Protected Setup (WPS), masih tinggi.

Meskipun membobol jaringan WPA/WPA2 melalui lubang ini akan memakan waktu sekitar dua hingga 14 jam. Meskipun demikian WPS harus dinonaktifkan, akan lebih baik jika titik akses firmware dapat diatur ulang ke distribusi tidak mendukung WPS.

  1. Wi-Fi Protected Access version 3 (WPA3)
    WPA3

Melindungi jaringan Wi-Fi dari para peretas adalah salah satu tugas paling penting dalam keamanan siber. Itulah sebabnya kedatangan protokol keamanan nirkabel generasi berikutnya WPA3 patut mendapat perhatian.

Tidak hanya sekedar menjaga koneksi Wi-Fi lebih aman. Tapi akan membantu menyelamatkan kamu dari kekurangan keamanan sendiri. Beberapa pembaruan yang ditawarkan protokol ini diantaranya:

Brute force protection: WPA3 akan melindungi pengguna, bahkan dengan kata sandi yang lebih lemah, dari serangan yang mencoba untuk meretas kata sandi berulang kali.

Privasi jaringan publik: WPA3 menambahkan enkripsi data individual, secara teoritis mengenkripsi koneksi yang kamu gunakan ke titik akses nirkabel terlepas dari kata sandi.

Mengamankan barang atau benda berbasis internet: WPA3 tiba pada saat pengembang perangkat berbasis internet berada di bawah tekanan besar untuk meningkatkan keamanan dasar jaringan.

Enkripsi yang lebih kuat: WPA3 menambahkan enkripsi 192-bit yang jauh lebih kuat ke standar, secara drastis meningkatkan tingkat keamanan. (merahputih/pandjiindonesia)

Beri Komentar

Komentar

loading...

ISI KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang harus diisi ditandai *

*