Selasa, 19 Februari 2019
Home > Berita Terkini > Dandim Wonosobo: Wajib Hukumnya Bantu Pemerintah Jaga Stabilitas Kebutuhan Logistik
Dandim Wonosobo: Wajib Hukumnya Bantu Pemerintah Jaga Stabilitas Kebutuhan Logistik
Perusahaan Umum (Perum) Bulog bersama Disperindag,  Satgas Pangan dan Kodim melakukan pemantauan langsung harga dan ketersediaan beras medium di pasar tradisional Kertek dan Pasar Induk Wonosobo, Selasa (8/1/2019).

Dandim Wonosobo: Wajib Hukumnya Bantu Pemerintah Jaga Stabilitas Kebutuhan Logistik

Share

Wonosobo, pandji-indonesia.com — Anggota Kodim 0707/Wonosobo menindaklanjuti respon yang diberikan kementrian perdagangan saat meninjau pasar tradisional, Perusahaan Umum (Perum) Bulog bersama Disperindag,  Satgas Pangan dan Kodim melakukan pemantauan langsung harga dan ketersediaan beras medium di pasar tradisional Kertek dan Pasar Induk Wonosobo, Selasa (8/1/2019).

Dari hasil tinjauan yang dilakukan, Perum Bulog pastikan beras medium tersedia di pasaran.

Kasi Operasi Perum Bulog sub divisi regional Kedu, Wahyu Yohandoro menjelaskan bahwa tinjauan tersebut untuk melihat ketersediaan beras kualitas medium di pasaran saat ini. Hal tersebut dilakukan sebagai respon atas sidak yang pernah dilakukan kementrian perdagangan beberapa waktu lalu.

“Saat kami lakukan pemantauan langsung di Pasar Kertek disalah satu toko penyedia beras yang menjadi patner bulog. Mereka menyediakan beras dengan kualitas medium,” terangnya.

Meakipun beras dengan kualitas medium itu tersedia, pihaknya mengakui bahwa beras dengan kulaitas tersebut jumlahnya tidak terlalu banyak. Sebab, untuk masyarakat Wonosobo sendiri rata-rata lebih memilih beras dengan kualitas premium.

“Makanya ketersediaan beras dengan kualitas ini termasuk jarang. Tapi kami pastikan masih ada di Pasar Kertek dan Pasar Induk Wonosobo,” jelasnya.

Dirinya melanjutkan bahwa setelah melakukan survei ke beberapa toko beras yang ada. Saat ini untuk harga beras medium sendiri rata-rata perkilo masih berkisar antara harga Rp. 8.300 – Rp. 8.500, sementara jika untuk harga beras non-bulog harganya berfariasi tergantung kuwalitas barangnya.

“Ada yang Rp.9000 atau yang kuwalitas dibawahnya lagi ada yang hanya Rp. 8.000 saja. Namun intinya untuk harga itu masih normal. Karena untuk Het beras medium Rp.9.450,” terangnya.

Dirinya memastikan, bahwa stok beras sampai enam bulan kedepan dari perum bulog sendiri masih aman. Jangkauan wilayah itu di Kedu, termasuk Wonosobo.

“Perum Bulog terus berupaya menggelontorkan beras medium CBP di Kabupaten Wonosobo untuk mengantisipasi kenaikan harga beras medium sehingga harga tetap terjangkau di masyarakat dan tidak melebihi HET pemerintah,” ungkapnya.

Wahyu menambahkan bahwa Perum Bulog saat ini juga sedang melaksanakan  program KPSH (Ketersediaan Pasokan, dan Stabilisasi Harga) beras medium. Program tersebut dilaksanakan melalui saluran , Distributor,  satker Perum Bulog,  RPK (Rumah Pangan Kita) dan kios-kios sembako di pasar wonosobo.

“Hal tersebut kita laksanakan sebenarnya  sudah sejak 2018 tahun lalu dan berlanjut hingga saat ini.” Imbuhnya.

Sebelumnya, Mendag Enggartiasto Lukito saat berkunjung ke Pasar Kertek menghendaki agar beras medium itu juga tersedia. Karena dari pantauanya di Pasar Kertek tersebut tidak menemukan beras yang dari bulog.

Hal tersebut menurutnya sesuai dengan Rapat Koordinasi Komoditas (Rakortas)  dan sesuai anjuran Presiden RI Joko Widodo.
Beras medium yang terjangkau oleh masyarakat harus tersedia di seluruh pasar tradisional dan para pedagang beras. Tak terkecuali di Wonosobo.

Sementara Letkol Czi Fauzan Fadli, S.E., Selaku Komandan Kodim 0707/Wonosobo mengingatkan peran logistik sangatlah menentukan.
“Untuk itu kodim wajib hukumnya membantu pemerintah menjaga stabilitas kebutuhan logistik, khususnya dalam hal ini adalah daerah Wonosobo sendiri,” tutur Dandim.(Puji)

Beri Komentar

Komentar

loading...

ISI KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang harus diisi ditandai *

*