Minggu, 20 Januari 2019
Home > Berita Terkini > Komitmen CPNS PUPR Menuntaskan Tanggung Jawab Mendapat Apresiasi Tinggi
Komitmen CPNS PUPR Menuntaskan Tanggung Jawab Mendapat Apresiasi Tinggi
Acara Evaluasi Akhir Tahun Kegiatan Pendampingan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa NTB, di Mataram, Senin (31/12). (dok.ist)

Komitmen CPNS PUPR Menuntaskan Tanggung Jawab Mendapat Apresiasi Tinggi

Share

Mataram, pandji-indonesia.com — Menutup tahun 2018, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Anita Firmanti mengunjungi para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian PUPR Tahun 2017 yang masih berada di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai fasilitator Rekompak. Kunjungan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dedikasi ratusan CPNS yang mulai diterbangkan ke NTB sejak akhir Agustus lalu.

“Saya mewakili Menteri Basuki sangat mengapresiasi kalian yang hingga hari ini masih berada di NTB. Kami sangat bangga atas dedikasi generasi muda PUPR, yang belum mau pergi dari NTB karena merasa tanggung jawabnya belum dituntaskan,” ungkap Sekjen Anita di depan ratusan CPNS dalam acara Evaluasi Akhir Tahun Kegiatan Pendampingan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa NTB, di Mataram, Senin (31/12).

“Saya kemarin melihat sejumlah aplikator panel RISHA (Rumah Instan Sehat Sederhana – red) dan alhamdulillah sekarang bahan sudah cukup tersedia, masyarakat bersemangat membangun kembali, dan pokmas juga siap untuk menggunakan standar-standar teknis yang telah ditetapkan. Harapannya tentu agar ke depannya kita dapat meminimalisir kerugian serta korban bila terjadi bencana,” terangnya.

Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk mendengarkan kisah para CPNS selama menjadi fasilitator. Stefanus, CPNS yang ditugaskan sebagai fasilitator di Sembalun, mengungkapkan permasalahan yang sempat dihadapi saat awal penugasan. Setibanya di NTB pada 31 Agustus, kenangnya, aplikator terbatas. Akibatnya upaya rekonstruksi sempat tertunda cukup lama. Namun demikian, seiring dengan bertambahnya aplikator, proses rekonstruksi kini berjalan lebih lancar.

Kendala lain dihadapi oleh Muhammad, yang ditugaskan di Sambelia. Menurutnya, yang cukup menantang adalah saat harus berhadapan dengan masyarakat saat sosialisasi. Kemampuan fasilitator untuk berkomunikasi dan memberikan pemahaman akan pentingnya konstruksi tahan gempa sangat diperlukan.

Tidak sedikit pula yang membagikan pengalaman di mana integritas mereka diuji, seperti saat ditawari imbalan uang untuk menerima material pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Para CPNS mengaku saling mengingatkan saat ada temannya yang berhadapan dengan situasi tersebut.

“Mendengar kisah kalian, saya merasa optimistis akan masa depan PUPR. Generasi muda PUPR harus menjadi penjaga PUPR, membangun PUPR yg bersih dan bertanggungjawab,” kata Sekjen Anita.

“Anda sangat beruntung, karena belajar langsung dari pengalaman di lapangan. Saya harap nilai-nilai positif & integritas ada terus dan tidak terkikis oleh godaan-godaan sesaat. Jadikan kesempatan ini untuk saling belajar dan memperbaiki diri,” tambahnya.

Penugasan 400 CPNS Kementerian PUPR Tahun 2017 ke NTB sendiri merupakan upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana gempa di NTB, sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo Nomor 5 Tahun 2018. Pemerintah menargetkan pembangunan maupun perbaikan rumah masyarakat setempat akan selesai dalam waktu enam bulan.

Sumber: Kementerian PUPR

Beri Komentar

Komentar

loading...

ISI KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang harus diisi ditandai *

*