Rabu, 26 Juni 2019
Home > Berita Terkini > Kemenperin Bagi-bagi Mesin dan Peralatan Industri Pertanian kepada Koperasi dan Kube
Kemenperin Bagi-bagi Mesin dan Peralatan Industri Pertanian kepada Koperasi dan Kube
Kemenperin Bagi-bagi Mesin dan Peralatan Industri Pertanian kepada Koperasi dan Kube

Kemenperin Bagi-bagi Mesin dan Peralatan Industri Pertanian kepada Koperasi dan Kube

Share

PURWOREJO, pandji-indonesia.com — Koperasi dan kelompok usaha bersama (Kube) di Kabupaten Purworejo dan Wonosobo mendapat bantuan mesin dan peralatan industri agro dari Kementerian Perindustrian. Bantuan diserahkan oleh Direktur Jenderal Industri Argo, Ir Edi Sutopo di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Purworejo, Senin (17/12).

Koperasi Wanita Srikandi menerima bantuan dua unit mesin oven gula, dua unit mesin pengayak terap, dan satu unit metal detector, satu unit deodorizer dan vacuum evaporator, dan satu unit mesin pengemasan minyak.

Alat pengolahan gula tebu diberikan kepada 10 kelompok pada Koperasi Tebu Mandiri Purworejo, yang terdiri atas 10 unit mesin peras tebu, 10 unit tungku, 70 unit wajan, 10 unit timbangan duduk digital, dan 150 unit alat cetak gula merah tebu.

Industri percetakan untuk Koperasi Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan berupa 1 set mesin cetak indoor dan outdoor (plotter). Industr furniture dan kayu olahan untuk Kelompok Usaha Pengrajin Kayu Karya Abdi berupa mesin proses produksi dan finishing.

Industri furniture dan kayu olahan Kelompok Usaha Pengrajin Kayu EMHA Craft, Wonosobo, berupa mesin proses produksi.

Dalam sambutannya Ir Edi Sutopo mengatakan saat ini industri agro memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan nasional. Kontribusi PDB sektor industri agro terhadap industri non migas nasional mencapai lebih 49%, kontribusi tertinggi dibandingkan sektor industri lainnya.

Disebutkan, Indonesia terutama wilayah Jawa Tengah diberikan anugerah yang sangat melimpah dengan ketersediaan bahan baku untuk pengembangan industri agro mulai dari nira pohon kelapa/nira pohon aren dan tebu untuk produk gula semut dan gula tebu, kelapa yang diproduksi menjadi minyak goreng, gula kelapa kristal serta kayu yang menjadi bahan baku utama untuk produk furniture.

“Tantangan untuk mengembangkan industri agro sangat besar, dari terkendalanya teknologi serta kurangnya SDM industri yang handal dan terampil. Namun dengan segala keterbatasan tersebut Kementerian Perindustrian sangat mengapresiasi semangat para pelaku usaha untuk terus berproduksi secara optimal dengan eflsiensi dan menjaga kualitas produknya,”kata Edi Sutopo. (War)

Beri Komentar

Komentar

loading...

ISI KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang harus diisi ditandai *

*