Senin, 17 Desember 2018
Home > Berita Terkini > Kasad: Kejurnas Yongmoodo 2018, Ajang Uji Profesionalisme Prajurit dan Dukung Program Pemerintah
Kasad: Kejurnas Yongmoodo 2018, Ajang Uji Profesionalisme Prajurit dan Dukung Program Pemerintah
Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Yongmoodo memperebutkan piala Kasad ke-8 Tahun 2018, di GOR Praja Raksana Kepaon, Denpasar, Bali, Sabtu sore (24/11/2018).

Kasad: Kejurnas Yongmoodo 2018, Ajang Uji Profesionalisme Prajurit dan Dukung Program Pemerintah

Share
pandji indonesia

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman mewakili
Kasad Jenderal TNI Mulyono, membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Yongmoodo di Bali

BALI, pandji-indonesia.com — Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman mewakili Kasad Jenderal TNI Mulyono, membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Yongmoodo memperebutkan piala Kasad ke-8 Tahun 2018, di GOR Praja Raksana Kepaon, Denpasar, Bali, Sabtu sore (24/11/2018).

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakasad, Jenderal TNI Mulyono menyampaikan ungkapan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah menyiapkan dan mendukung penyelenggaraan Kejurnas Yongmoodo Piala Kasad ke-8 tahun 2018 ini dan berharap agar dapat berlangsung dengan lancar.

“Selain berharap agar Kejurnas ini dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, juga mampu melahirkan atlet-atlet Yongmoodo TNI AD yang andal dan berprestasi,”ujarnya.

Lebih lanjut Ketua Federasi Yongmoodo Indonesia ini menambahkan bahwa Kejurnas ini diikuti oleh 21 kontingen dari jajaran TNI AD dan 24 kontingen dari Pengurus Daerah (Pengda) yang telah terbentuk.

“Kejuaraan ini juga akan mempertandingkan delapan kelas perorangan putra mulai dari kelas 60 kg sampai dengan kelas lebih dari 90 kg. Kemudian empat kelas perorangan putri mulai kelas 55 kg sampai dengan kelas lebih dari 65 kg, beregu putra, serta kelas beregu Yong Muhyeung,”sambungnya.

Yongmoodo merupakan gabungan olahraga bela diri Judo, Taekwondo, Apkido, Ssireum, dan Hon Sin Sul dari Korea. Kemudian diadopsi oleh TNI AD sebagai bagian dari bela diri militer yang wajib dikuasai seluruh prajuritnya sejak 2008 dan sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum pada 2012. Akar dari Yongmoodo sendiri adalah bela diri Hon Sin Sul.

Selanjutnya Kasad juga mengungkapkan bahwa kejuaraan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan profesionalisme prajurit di bidang bela diri militer, menumbuh kembangkan jiwa dan semangat juang sebagai garda terdepan sekaligus benteng terakhir NKRI dalam menghadapi berbagai ancaman.

Selain kepentingan pembinaan profesionalisme prajurit, Kasad juga mengharapkan agar kejuaraan ini juga untuk menyiapkan atlet Yongmoodo TNI AD menjadi atlet yang mampu berprestasi pada kejuaraan berskala nasional dan internasional.

“Jadikan kejuaraan ini sebagai arena para atlet Yongmoodo TNI AD untuk uji tanding dan unjuk kemampuan, serta memantapkan ketangkasan bela diri Yongmoodo,”tegas pucuk pimpinan TNI AD ini.

Jenderal TNI Mulyono mengharapkan, selama pertandingan dibangun iklim kompetisi yang sehat dan penuh kekeluargaan baik antar sesama prajurit maupun dengan peserta umum.

“Ini penting, agar dapat memacu motivasi dan semangat untuk terus berprestasi, baik secara perorangan maupun satuan, serta untuk membentuk postur prajurit TNI Angkatan Darat yang memiliki jiwa juang yang tangguh dan pantang menyerah,”imbuhnya.

Kasad menegaskan, Kejurnas ini juga sebagai bentuk komitmen TNI AD kepada pemerintah tentang pembangunan generasi muda melalui bidang olahraga.

“Melalui ini (Kejurnas), TNI AD ingin berperan mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga, serta berharap Yongmoodo dapat diterima KONI sebagai salah satu olahraga dan seni beladiri nasional yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON), Sea Games, Asian Games bahkan Olimpiade,”tuturnya.

“Keikutsertaan kontingen dari Pengda merupakan indikator semakin positifnya perkembangan beladiri Yongmoodo di tengah-tengah masyarakat,”tegas Alumni Akmil 1983 ini.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Kasad berpesan agar seluruh atlet bertanding secara ksatria dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas baik di dalam maupun di luar pertandingan.

“Khusus, kepada wasit dan tim penilai, laksanakan penilaian secara obyektif, jujur dan adil sesuai ketentuan yang berlaku sehingga keputusan yang diambil dapat diterima oleh semua pihak,” pungkas Kasad.

Dengan jumlah peserta sekitar 810 orang dari 45 kontingen, menjadikan Kejurnas ini menjadi ajang lomba yang cukup besar.

Hadir dalam acara tersebut, Dankodiklatad Letjen TNI Putranto, Pangdam IX/Udy Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P, Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto, Pangdam XIV/Hsn Mayjen TNI Surawahadi, Pangdif-1/K, Pangdif-2/K, Danjen Kopassus, para Wakil Asisten Kasad, para Dan/Kalemdik/Dir Balakpus TNI AD, perwakilan pejabat Polda Bali dan Pemda Provinsi Bali serta sejumlah pejabat lainnya. (Ikh)

Beri Komentar

Komentar

216 Total View | 3 viewer hari ini
loading...

ISI KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang harus diisi ditandai *

*