Minggu, 18 November 2018
Home > Berita Terkini > Bendahara Dinkes Terkena OTT Polda serta Sita Uang Tunai Rp 117 Juta
Bendahara Dinkes Terkena OTT Polda serta Sita Uang Tunai Rp 117 Juta
Ilustrasi OTT. (dok.ist)

Bendahara Dinkes Terkena OTT Polda serta Sita Uang Tunai Rp 117 Juta

Share

BENTENG, pandji-indonesia.com — Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Bengkulu berhasil menyita uang tunai Rp 117.085.922 dari tangan bendahara pengeluaran Dinkes Benteng berinisial FG. Oknum ASN itu disergap di gudang farmasi Benteng sekitar pukul 16.30 WIB, Rabu, (7/11/2018).

Selain FG, tim Polda juga telah mengamankan 8 selaku penerima dana yang telah dipotong 10 persen oleh tersangka FG. Ke-8 orang selaku penerima kucuran dana kegiatan dari FG itu adalah, SY, (29), LS (29), LN, SR (34), MA (42), ML (42), YW (27), dan SB (53).

“Kini FG dan 8 orang lainnya bersama barang buktinya sudah diamankan di Polda untuk menjalani pemeriksaan,” jelas Kasubdit Tipidkor Polda Bengkulu, AKBP. Andi Arisandi didampingi Kasubid Penmas, Kompol.Mulyadi dan Kanit Tipidkor. Kompol. Imam Wijayanto dalam jumpa pers yang digelar di Polda Bengkulu, Kamis, (8/11/2018).

Dikatakan, sebelum berhasil melakukan OTT, sekitar pukul 15.30 WIB, Tim Tipidkor Polda mendapat informasi tentang adanya aksi pemotongan dana kegiatan Dinkes Benteng tahun 2018. Aksi pemotongan itu dilaksanakan di Gudang Farmasi Dinkes Benteng di Desa Ujung Karang Kecamatan Karang Tinggi, Benteng.

‘’Saat kita tiba di lokasi TKP kita melihat banyak kendaraan Dinkes parkir di sekitar gudang. Ternyata saat itu, bendahara Dinkes berinisial FG baru saja mencairkan dana kegiatan senilai Rp.3.250.000.000. Lalu, dana itu didistribusikan kepada 8 penanggung jawab kegiatan. Tapi, sebelum diserahkan kepada 8 penanggung jawab berinisial SY, (29), LS (29), LN, SR (34), MA (42), ML (42), YW (27), dan SB (53) dananya lebih dulu dipotong FG senilai 10 persen. Total dana yang dipotong FG itu senilai Rp 117.085.922. Begitu pendistribusian dana selesai dilakukan, tim langsung menyergap. FG bersama 8 penerima dana dari FG langsung diamankan. Termasuk uang tunai hasil pemotongan yang dikuasai FG. 1 laptop dan dokumen pendistribusian dana-dana itu,’’ tutur Andi Arisandi.

‘’Tersangka dijerat dengan pasal 12 huruf e Undang-Undang No.20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tersangka terancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Serta denda Rp 200 juta – Rp 1 miliar,’’ demikian Andi Arisandi dihadapan para jurnalis.(Potretbengkulu/Pandji Indonesia)

Beri Komentar

Komentar

141 Total View | 3 viewer hari ini
loading...

ISI KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang harus diisi ditandai *

*

Website Malware Scan
Share