Senin, 17 Desember 2018
Home > Berita Terkini > Gubernur Ganjar: Purworejo Harus Bergeliat Ngulet Karena ada Peluang
Gubernur Ganjar: Purworejo Harus Bergeliat Ngulet Karena ada Peluang
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo SH MIP saat memberikan keynote speech dalam Forum Diskusi Dampak Pembangunan Bandara Kulon Progo yang berlangsung di Ruang Arahiwang Kompleks Setda Purworejo, Kamis (1/11) siang. (Dok.ist)

Gubernur Ganjar: Purworejo Harus Bergeliat Ngulet Karena ada Peluang

Share

PURWOREJO, pandji-indonesia.com — Pemerintah Kabupaten Purworejo harus bergeliat dalam menyambut beroperasinya Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulon Progo tidak lama lagi. Selain mengambil peluang positif, Kabupaten Purworejo juga harus mampu menangkal sejumlah potensi dampak negatifnya.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo SH MIP saat memberikan keynote speech dalam Forum Diskusi Dampak Pembangunan Bandara Kulon Progo yang berlangsung di Ruang Arahiwang Kompleks Setda Purworejo, Kamis (1/11/2018) siang.

“Purworejo harus bergeliat, ngulet, karena ada peluang,” ungkapnya.

Menurutnya, Purworejo menjadi daerah terdekat dari bandara NYIA yang kebagian banyak rezeki. Pihaknya pun mendorong agar Pemkab dapat jeli mengambil setiap peluang. Salah satu potensi terbesar yang dapat diambil Purworejo yakni bidang pariwisata.

“Dengan jualan pariwisata, nanti turunannya ada hotel, souvenir, batik, kuliner serta yang lain-lain,” sebutnya.

Ganjar juga mendorong masyarakat secara luas juga turut mendukung program-program pemerintah, khususnya Romansa Purworejo 2020. Masyarakat harus tergugah untuk memajukan perekonomian di wilayahnya masing-masing.

“Kabupaten Purworejo harus lebih maju, kesempatan ini harus dimanfaatkan. Saya sudah ngobrol dengan bupati dan sudah banyak yang disiapkan,” tandasnya.

Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan perbankan, akademisi, dan industri (Kadin), pelaku bisnis, serta Pemkab Purworejo. Para peserta selanjutnya mendengarkan parapan dan berdiskusi dengan 3 orang narasumber. Masing-masing yakni Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM, Dirut Bank Jateng Supriyatno, dan Wakil Ketua Umum Investasi Kadin Jawa Tengah Bernadus Arwin. Bertindak sebagi moderator diskusi yakni Kepala Biro Kompas Jateng, Gregorius Magnus Finesso.

Sementara Bupati Purworejo Agus Bastian menyebut, Pemkab Purworejo telah menyiapkan sejumlah upaya untuk menyambut bandara NYIA Kulon Progo. antara lain dengan pembangunan infrastruktur jalan.

Menurut Bupati, dampak positif bandara bahkan sudah dapat dirasakan sebagaian masyarakat saat ini.

“Bandara belum berdiri, baru dibangun saja sudah merasakan. Misalnya masyarakat mendapatkan manfaat secara ekonomis dari proyek, tanah urug Purworejo turut andil, dan bahkan tanah urug untuk proyek pembangunan bandara itu terbesar dari wilayah Purworejo,” sebutnya.

Saat ini Pemkab juga sudah mengambil langkah-langkah seperti revisi Perda RTRW serta menggelorakan daerah-daerah wisata dengan tag Romansa atau tahun kunjungan wisata 2020.
“Kita persiapkan, pada tahun 2020 sudah siap semua hal-hal terkait bandara. Tidak membangun infrastruktur, tapi juga SDM,” ungkapnya.

Sementara, Supriyatno mengungkapkan bahwa Bank Jateng sebagai salah satu penyelenggara forum diskusi melihat lokasi bandara memang berada di Kulon Progo. Namun, dampaknya akan dirasakan oleh Jateng bagian selatan, termasuk Purworejo.

“Kami turut berkepentingan untuk mendukung di sektor perbankan karena Purworejo akan menjadi pintu gerbangnya Jateng,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Supriyatno secara simbolis juga menyerahkan hibah Tugu Gunungan dan Patung Kresna Duta kepada Bupati Agus Bastian sebagai wujud dukungan dalam penataan kota oleh Pemkab Purworejo.

Pada akhir diskusi, Gregorius Magnus menyebut ada sedikitnya 3 poin penting yang menjadi hasil diskusi. Pertama kehadiran Bandara NYIA menjadi sebuah potensi, tetapi di sisi lain menjadi tantangan berat karena Purworejo menjadi daerah terdekat. Kedua, Dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang jelas mengingat saingan pebisnis atau investor yang akan berkompetisi tidak hanya dari lokal Purworejo.

“Ketiga, terkait persoalan tata ruang dan wilayah Pemkab Purworejo harus mempersiapkan sebaik mungkin sebagai upaya antisipasi adanya spekulan-spekulan tanah untuk investasi,” sebutnya.

Beri Komentar

Komentar

198 Total View | 3 viewer hari ini
loading...

ISI KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang harus diisi ditandai *

*