Sabtu, 17 November 2018
Home > Berita Terkini > Kirab 1 Suro Mangkunegaraan Surakarta
Kirab 1 Suro Mangkunegaraan Surakarta
Kirab 1 Suro di Puro Mangkunegaraan Surakarta (Dok Pemkot Solo)

Kirab 1 Suro Mangkunegaraan Surakarta

Share
pandji indonesia

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo bersama Pangdam Diponegoro dan Kapolda Jateng (Dok Pemkot Solo)

SURAKARTA, pandji-indonesia.com — Malam 1 Suro Be 1952, Puro Mangkunegaran Surakarta ditandai dengan Kirab Pusaka Dalem, Senin (10/9/2018) malam.

Kirab tersebut terasa berbeda seperti sebelumnya, mengingat selain kerabat, keluarga hingga abdi dalem Puro Mangkunegaran, hadir pula sejumlah pejabat penting di negara ini, sebut saja mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Pangdam IV Dipongero Mayjen TNI Wuryanto, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan lainnya.

Antusias warga masyarakat yang menyaksikan kirab tersebut cukup luar biasa. Kirab belum dimulai saja, para warga sudah memadati Pendapi Puro Mangkunegaran.

Suasana yang semula riuh, berubah menjadi sunyi kala empat pusaka keluar. Sejenak empat pusaka itu di letakan di kawasan Pendapa. Empat pusaka tersebut terdiri dari tiga tombak dan satu pusaka berada di Jodang.

Setelah dilakukan penjamasan pusaka, kerabat, keluarga, abdi dalem hingga tamu undangan melangsungkan prosesi kirab dengan mengelilingi pintu luar Puro Mangkungeran.

Baru beberapa langkah meninggalkan Pendapa, ratusan warga langsung merangsek ke depan untuk mendapatkan air sisa jamasan. Pemandangan berdesakan pun terlihat di sana.

Sementara dalam prosesi kirab mengelilingi tembok luar Puro Mangkunegaran, semua peserta kirab melakukan topo bisu atau tidak berbicara. Tak hanya itu saja, saat kirab mereka juga tidak menggunakan alas kaki.

”Topo bisu saat mengikuti kirab itu sebagai wujud intropeksi diri kita, atas sesuatu yang kurang baik selama ini. Sehingga harapannya kedepan kita bisa lebih baik dari sebelumnya,” jelas salah seorang panitia kegiatan Joko Pramudyo.

Sementara itu Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan jika Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terdiri atas beberapa kerajaan-kerajaan.

Sehingga bangsa Indonesia memiliki tradisi yang luhur untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. (Red/Merahputih)

Beri Komentar

Komentar

270 Total View | 3 viewer hari ini
loading...

ISI KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Bidang yang harus diisi ditandai *

*

Website Malware Scan
Share